Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill Dalam Diri Pegawai

Dinamika dunia kerja menuntut seorang untuk memahami perbedaan hard skill dan soft skill. Selain berguna untuk para pelamar kerja ketika menulis CV, mengetahui perbedaan ini juga akan memberikan nilai plus pegawai jika bisa menerapkannya dengan optimal di kantor. Pada dasarnya kedua keterampilan ini sangat bisa dikenali dan dilatih oleh siapapun.

Mengenali Hard Skill dan Soft Skill

Perbedaan hard skill dan soft skill yang utama terletak pada aspek kecerdasan yang dilibatkan. Hard skill adalah keterampilan yang didukung dengan kecerdasan intelektual. Jadi dengan demikian, keterampilan ini bisa dipelajari di bangku pendidikan formal, serta memiliki ukuran evaluasi yang jelas.

Contoh hard skill yang bisa dimiliki, dipelajari, atau dilatih adalah keterampilan marketing, kemahiran komputer, akuntansi, analisa data, atau kemampuan mendesain. Keterampilan seperti ini sangat terbuka untuk dipilih pada jenjang universitas, bahkan sejak di bangku SMA atau SMK.

Sementara itu, soft skill lebih sulit untuk diukur karena lebih melibatkan kecerdasan emosional atau mental. Adanya soft skill pada seorang pegawai akan berpengaruh kepada hubungan interpersonal di kantor. Salah satu contoh soft skill yaitu mampu berkomunikasi dengan baik, mampu bekerja dalam tim, dan memiliki etos kerja tinggi.

Manfaat Mengenali Hard Skill dan Soft Skill

Ketika membaca persyaratan pada lowongan kerja, pasti terdapat beberapa keterampilan yang diinginkan perusahaan. Kualifikasi tersebut menunjukkan bahwa hard skill dan soft skill itu berbeda yang dimiliki oleh setiap orang, akan membawa kepada lingkungan kerja yang berbeda. Itulahi salah satu manfaat mengenali hard skill dan soft skill, selain yang berikut ini:

1. Bekerja Sesuai Bidang

Dengan mengenali hard skill dan soft skill yang dimiliki, seseorang akan lebih mudah mencari pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Meskipun keduanya dapat dilatih, namun setidaknya akan lebih mudah jika mencari pekerjaan yang sudah sesuai dengan kemampuan diri.

2. Memiliki Persiapan Matang Saat Interview

Selain itu dengan mengenali hard skill dan soft skill yang dimiliki, seorang calon pegawai akan memiliki persiapan yang matang ketika menghadapi panggilan kerja dan interview. Tentu saja, karena hal tersebut akan menambah rasa percaya diri ketika memperkenalkan diri dan menceritakan tentang diri sendiri di depan tim pewawancara.

3. Peluang Meningkatkan Karir

Bukan hanya bagi calon pegawai, ketika sudah bergabung dengan perusahaan pun, hard skill dan soft skill tetap harus mendapat perhatian istimewa. Jika seorang pegawai ingin berhasil dalam karir, tentu harus selalu meng-upgrade kemampuan yang dimiliki. Hal ini tidak lain adalah hard skill dan soft skill yang dimiliki.

Peningkatan ini nantinya akan memberi credit point untuk pegawai, sehingga membuka lebar peluangnya untuk bisa bersaing. Lebih jauh lagi, dengan mengetahui hard skill dan soft skill serta meningkatkannya, pegawai akan berpeluang besar meraih kesempatan lompatan karir yang lebih tinggi.

Melatih Peningkatan Hard Skill dan Soft Skill

Meningkatkan hard skill dan soft skill, dapat dilakukan seiring melakukan pekerjaan rutin di kantor. Pertama, milikilah waktu untuk melatih secara konsisten keterampilan tersebut. Selain itu, hard skill dan soft skill juga dapat ditingkatkan dengan bantuan evaluasi dari rekan kerja. Mintalah kritik dan saran terhadap keterampilan tersebut dan segera lakukan perbaikan kualitas.

Hal lain yang bisa dilakukan agar keterampilan dan kualitas diri meningkat adalah dengan mengikuti kursus, baik tatap muka maupun daring. Saat ini tentu sudah marak kursus untuk meningkatkan keterampilan kerja dan kepribadian diri.

Mengenali perbedaan hard skill dan soft skill dapat membuat pegawai memahami pendalaman keterampilan mana yang harus diprioritaskan untuk diasah. Pada setiap keterampilan akan memberi manfaat masing-masing sesuai dengan bidang pekerjaan yang berbeda.

Artikel Terkait

Artikel Terbaru