Begini Cara Memperkenalkan Diri Saat Interview Fresh Graduate Mudah

Mendapat panggilan kerja bagi seorang fresh graduate, tentu menjadi kesempatan yang tak boleh disia-siakan. Faktanya, masih banyak pelamar kerja yang gagal diterima karena kurang menarik minat HRD. Padahal, semua bisa dipelajari, termasuk cara memperkenalkan diri saat interview fresh graduate. Berikut beberapa cara yang bisa dilatih, sebelum menghadapi wawancara kerja:

1. Tunjukkan Gesture Positif

Cara memperkenalkan diri saat interview fresh graduate yang utama adalah harus memberikan kesan awal yang positif. Tidak sedikit pelamar kerja yang gagal hanya karena terlihat tidak percaya diri ketika berhadapan dengan tim HRD. Mulai dari suara yang gagap, raut wajah yang cemberut, atau tatap mata yang tidak fokus.

Bahasa tubuh akan menjadi penilaian tersendiri bagi pewawancara, terutama yang sarat pengalaman. Gesture positif juga bisa dilatih seperti cara duduk yang tegap, senyum, pandangan fokus, dan tidak terlalu sering berubah posisi duduk. Selain itu, intonasi suara ketika berbicara pun harus jelas. Semuanya bisa dilatih, misalnya dengan berbicara di depan cermin.

2. Sebutkan Nama

Poin selanjutnya yaitu pastikan menyebut nama lengkap dengan jelas. Boleh juga ditambahkan dengan nama panggilan. Hal ini tentu sangat penting, karena pada saat wawancara, tim HRD pasti akan mencocokkan data dengan lamaran atau CV yang diterima.

Menyebutkan nama pun, juga harus disertai dengan intonasi yang jelas dan bahasa tubuh yang baik. Jangan sampai timbul kesan, calon pelamar tidak percaya diri dengan namanya sendiri. Maka sudah barang tentu, HRD akan ragu-ragu dan bahkan pesimis untuk meloloskan pada kesempatan kerja ini.

3. Sebutkan Prestasi

Selain nama, ada hal lain yang sangat penting untuk digali dan disebutkan ketika wawancara, yaitu prestasi. Prestasi ini bisa saja yang diraih ketika sekolah, kuliah, atau prestasi pada pekerjaan sebelumnya. Andaipun ada prestasi yang bersifat umum atau tidak berhubungan dengan pekerjaan, bisa juga disebutkan sepanjang waktu pencapaiannya tidak terlalu lama ke belakang.

Penyebutan prestasi ini tentu akan menambah rasa percaya diri pelamar ketika menghadapi HRD. Selain memberikan nilai tambah, hal ini akan menjadi pemetaan tersendiri mengenai potensi, minat, dan bakat pelamar kerja, yang kelak bisa bermanfaat bagi perusahaan.

4. Jelaskan Pengalaman

Banyak hal yang bisa dijadikan poin penting ketika memperkenalkan diri, salah satunya adalah pengalaman. Baik itu pengalaman organisasi ketika kuliah, atau pengalaman kerja sebelum melamar ke perusahaan terbaru. Pelamar kerja tidak perlu menjelaskan terlalu detail, tidak juga perlu menjelaskan hingga ke bulan dan tahun bekerja.

Menjelaskan pengalaman organisasi atau pengalaman bekerja cukup dengan menyebutkan tempat dan bidang yang ditekuni, serta tanggung jawab utamanya saja. Misalnya, pernah bekerja sebagai staf administrasi pajak di perusahaan bidang farmasi, yang bertanggung jawab terhadap detail urusan pajak perusahaan dan karyawan.

5. Sampaikan Motivasi Bekerja

Sebagai penutup, pelamar ada baiknya menyampaikan motivasi bekerja yang membawanya melamar pekerjaan di perusahaan tersebut. Hal ini penting sebagai ‘gebrakan awal’ bahwa pelamar benar-benar serius ingin bekerja di tempat tersebut. Di samping itu, menyebutkan motivasi melamar pekerjaan menandakan bahwa pelamar memiliki tujuan yang jelas ketika mencari dan melamar pekerjaan.

Dalam hal melatih cara memperkenalkan diri saat interview fresh graduate, pelamar terkadang terpaku kepada bahasa-bahasa yang kaku dan menyulitkan. Padahal, dengan latihan sederhana di depan cermin atau mencari partner bicara, semua cara tersebut bisa dilatih, dan perlahan akan meningkatkan rasa percaya diri, serta bahasa tubuh yang baik.

Artikel Terkait

Artikel Terbaru