Cara Kirim Lamaran Kerja Lewat Email Dengan Mudah Agar Dilirik HRD

Masa pandemi bukan berarti aktivitas perusahaan seketika berhenti. Bukan hanya WFH, beberapa perusahaan bahkan masih terus membuka lowongan penerimaan pegawai secara online, melalui aplikasi khusus ataupun email. Meskipun tampak mudah, cara kirim lamaran kerja lewat email juga penting untuk diperhatikan. Berikut beberapa tahap yang bisa diikuti:

1. Siapkan Berkas dalam Bentuk PDF

Mengirim lamaran menggunakan email, tentu akan mengubah beberapa persiapan yang harus dilakukan. Cara kirim lamaran kerja lewat email tentu saja lebih simpel karena tidak membutuhkan fotokopi berkas, apalagi amplop ukuran HVS. Pelamar sebaiknya mempersiapkan semua berkas yang dibutuhkan, dan memindainya untuk disimpan dalam bentuk PDF.

Hal ini agar semua berkas seperti ijazah, transkrip nilai, atau dokumen-dokumen terkait bisa terkirim melalui lampiran email. Selain dokumen pendukung, surat lamaran kerja pun sebaiknya disimpan dalam format yang sama yaitu PDF. Hal ini agar menimbulkan kesan rapi dan seragam di mata perusahaan.

2. Perhatikan Ketentuan Pengiriman yang Diminta

Tidak semua perusahaan memberikan persyaratan yang sama ketika membuka lowongan pekerjaan. Oleh karenanya, penting bagi pelamar pekerjaan untuk memperhatikan berkas yang diminta, dan juga ketentuan pengiriman berkas yang disyaratkan. Beberapa perusahaan terkadang meminta menuliskan lamaran singkat pada badan email. Sementara perusahaan lain tetap menginginkan pelamar membuat surat lamaran secara khusus.

Selain itu, pada pengiriman lewat email, perusahaan terkadang sudah mencantumkan kode-kode tertentu untuk digunakan sebagai subjek email. Hal ini penting juga untuk diperhatikan, agar lamaran yang dikirim tidak gugur di depan hanya karena kekeliruan mencantumkan kode lamaran. Di samping itu, penulisan alamat email tujuan juga penting untuk diperhatikan dengan teliti.

3. Berikan Pengantar pada Badan Email

Banyak pelamar yang mengirim lamaran dengan badan email yang dibiarkan kosong. Email lamaran hanya berupa lampiran-lampiran, tanpa ada kata sapaan atau pembuka apapun yang ditulis. Dari kacamata HRD, hal ini adalah poin minus bagi pelamar kerja.

Membiarkan badan email kosong sama halnya menyepelekan perusahaan, seolah-olah menyerahkan berkas tanpa maksud yang jelas. Badan email dapat digunakan untuk menulis lamaran pekerjaan, sehingga tidak perlu lagi memberikan lampirannya. Selain terkesan serius dan profesional, hal ini juga akan mencegah lamaran masuk menjadi spam.

4. Perhatikan Penggunaan Bahasa

Hal penting lain yang terkadang disepelekan oleh pelamar adalah penggunaan bahasa. Meskipun berkas dikirim secara online, bukan berarti pelamar boleh mengesampingkan penggunaan kalimat formal, serta kaidah-kaidah berbahasa yang baik. Kata-kata untuk chatting, umumnya digunakan ketika bermedia daring dan tidak sesuai untuk konteks lamaran kerja.

Pelamar sebaiknya tetap menggunakan bahasa profesional, agar memberikan kesan baik di awal melamar pekerjaan. Jika membuat bahasa formal terkadang menyulitkan, pelamar cukup membuat kalimat-kalimat sederhana dengan tata bahasa yang baik, dan juga pilihan kata yang tepat.

5. Pastikan Semua Persyaratan Terlampirkan

Setelah pelamar yakin dengan persyaratan yang disiapkan, jangan terburu-buru mengirimkan email tersebut. Pastikan kembali tidak ada persyaratan yang tertinggal, sesuai dengan yang diminta oleh perusahaan yang membuka lowongan. Karena meskipun melalui jalur daring, persaingan pelamar kerja tetap tinggi dan patut diperhitungkan dengan cermat.

Langkah-langkah tersebut dapat diikuti untuk memudahkan pelamar yang ingin mengetahui cara kirim lamaran kerja lewat email. Pada dasarnya, prosesnya tidak berbeda dengan pengiriman berkas-berkas lamaran hard copy.

Meski demikian, kesan pertama haruslah positif agar memudahkan langkah berikutnya untuk mendapatkan pekerjaan impian. Menyiapkan berkas dan penggunaan bahasa yang baik, adalah salah satu persiapan matang yang bisa dilakukan oleh pelamar.

Artikel Terkait

Artikel Terbaru