Logis! Alasan Resign Saat Interview di Tempat Baru

Menjalani pekerjaan, terkadang membuat seorang pegawai terbentur pada sebuah kondisi yang mengharuskan pegawai mengundurkan diri. Akibatnya, pegawai tersebut harus kembali berjuang mencari pekerjaan baru dan menghadapi lagi wawancara kerja. Maka yang harus dipertimbangkan salah satunya adalah alasan resign saat interview di tempat kerja yang baru. Berikut ulasannya:

1. Mencari Jenjang Karir Yang Lebih Baik

Mengatur rencana masa depan yang lebih baik, terkadang justru membuat seseorang undur diri dari pekerjaan yang sudah dimiliki. Rencana untuk menikah dan berkeluarga misalnya, mengharuskan pegawai memperhitungkan dengan matang mengenai masa depan pekerjaannya. Hal ini pun bisa diangkat menjadi salah satu alasan resign saat interview di calon kantor yang baru.

Berada beberapa waktu di sebuah perusahaan, seharusnya bisa membuat pegawai menganalisa tentang jenjang karir di masa yang akan datang. Jika sekiranya tidak ada kejelasan karir, pegawai harus segera mempersiapkan langkah strategis untuk mencari pekerjaan yang baru.

Alasan ini sangat logis jika disampaikan dalam wawancara kerja. Ketika tim HRD menanyakan alasan mundur dari pekerjaan sebelumnya, maka calon pegawai dapat memberikan alasan mengenai jenjang karir yang lebih baik dan sangat dibutuhkan untuk kebaikan masa depan. Dengan begitu, secara tidak langsung pegawai memberikan penilaian positif bahwa perusahaan yang dilamarnya lebih bonafit.

2. Lingkungan Kerja Yang Tidak Kondusif

Lingkungan kerja dapat pula menjadi alasan resign pegawai dari sebuah perusahaan. Alasan ini pun bisa disampaikan ketika wawancara di tempat yang baru. Namun demikian, pastikan dalam memberikan jawaban tidak dilakukan dengan cara menjatuhkan perusahaan lama, apalagi sampai menyebut nama secara personal.

Contoh lingkungan kerja yang tidak kondusif misalnya terkait dengan kebijakan pemerintah terhadap sebuah sektor usaha. Pemerintah bisa saja mengeluarkan sebuah aturan, misalnya terkait merger bank, sehingga membuat suasana kerja di tempat yang lama semakin memuncak dengan persaingan yang tidak sehat.

3. Mencari Tantangan Baru

Alasan untuk mencari tantangan baru dapat pula disampaikan kepada tim HRD saat wawancara di tempat baru. Hal ini erat kaitannya dengan pegawai peningkatan skill pegawai dan juga jenjang karir yang tidak lagi ditemukan di kantor yang lama. Maka pegawai bisa mengambilnya sebagai alasan yang tepat pada sesi wawancara kerja.

Alasan ini dapat pula disampaikan dengan gaya yang berbeda misalnya, keterampilan yang dimiliki tidak sepenuhnya digunakan di kantor yang lama. Selain itu, bisa juga dengan mengungkapkan keinginan untuk memiliki lingkungan kerja yang lebih dinamis.

4. Pindah Lokasi Domisili

Salah satu hal logis yang menyebabkan pegawai resign adalah karena pindah rumah dengan berbagai alasan. Hal ini pun dapat menjadi alasan kuat, ketika menghadapi pertanyaan HRD yang mewawancarai di tempat kerja yang baru. Tentu saja dengan kepindahan lokasi, pegawai tidak selamanya mungkin untuk terus bekerja di kantor yang lama.

5. Ingin Menempuh Pendidikan Yang Lebih Tinggi

Adakalanya perusahaan tidak memberikan support penuh kepada pegawai yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini pun dapat menjadi sebab mundurnya seorang pegawai dari sebuah perusahaan. Alasan ini juga dapat digunakan sebagai jawaban logis ketika memasuki sesi wawancara di perusahaan lain.

Selain logis, mengungkapkan alasan resign saat interview membutuhkan pengolahan kalimat yang apik. Pastikan tidak ada kesan negatif yang menjatuhkan kantor lama, atau bahkan kalimat-kalimat yang memberikan kesan sombong pada diri sendiri. Apalagi, sesi wawancara adalah momen penting untuk meraih kesempatan bekerja kembali.

Artikel Terkait

Artikel Terbaru